Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan

Wartanesia – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, melakukan kunjungan kerja perdana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Herman menitikberatkan empat aspek utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan keamanan dan ketertiban (kamtib), penguatan integritas petugas, serta pengembangan program kemandirian berbasis ketahanan pangan.

Didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Parigi, I Wayan Widana, Herman mengawali kegiatan dengan inspeksi mendadak ke dapur lapas. Ia memeriksa kualitas bahan makanan (Bama), kebersihan ruang pengolahan, sanitasi, peralatan memasak, hingga daftar menu siklus 10 hari. Herman juga mencicipi makanan yang akan disajikan kepada warga binaan guna memastikan kualitas rasa, tingkat kematangan, serta kelayakan konsumsi.

Menurut Herman, pemenuhan hak warga binaan atas makanan yang layak merupakan bagian dari pelayanan dasar pemasyarakatan yang wajib dipenuhi secara konsisten.

"Pelayanan makanan bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan. Karena itu kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, dan proses pengolahannya harus terus dijaga sesuai standar. Jangan pernah berkompromi terhadap kualitas pelayanan," tegas Herman.

Usai meninjau dapur, Herman berdialog langsung dengan warga binaan di blok hunian. Ia mendengarkan berbagai aspirasi sekaligus mengajak warga binaan menjaga keamanan dan ketertiban sebagai modal utama keberhasilan proses pembinaan. Menurutnya, situasi lapas yang aman dan kondusif hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama antara petugas dan warga binaan.

"Mari manfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki diri. Jika keamanan dan ketertiban terjaga, seluruh program pembinaan akan berjalan optimal dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," pesannya.

Dalam pengarahan kepada jajaran petugas, Herman kembali menegaskan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pedoman kerja seluruh ASN Pemasyarakatan. Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas menjauhi penyalahgunaan narkoba, peredaran telepon genggam ilegal, maupun praktik pungutan liar (HALINAR).

"Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena narkoba, HP ilegal, atau pungli. Siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas. Integritas adalah harga mati dalam membangun pemasyarakatan yang profesional dan dipercaya masyarakat," tandas Herman.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Herman untuk meninjau program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Ia mengapresiasi keberhasilan Lapas Parigi mengembangkan budidaya pakcoy sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal produktif setelah kembali ke masyarakat.

"Program ketahanan pangan seperti ini harus terus dikembangkan. Selain mendukung Asta Cita Presiden dan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat, membangun kemandirian warga binaan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Herman.

Sementara itu, Plt. Kepala Lapas Parigi, I Wayan Widana, menyatakan seluruh jajaran siap menindaklanjuti arahan Kepala Kanwil dengan memperkuat pelayanan, menjaga integritas petugas, meningkatkan pembinaan, serta mengembangkan program kemandirian yang produktif.

"Arahan Bapak Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, mengoptimalkan pembinaan, serta mengembangkan program ketahanan pangan agar manfaatnya semakin dirasakan warga binaan maupun masyarakat," ujar I Wayan.

Melalui kunjungan kerja perdana tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya membangun pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berdampak melalui penguatan pelayanan dasar, keamanan, integritas aparatur, serta pembinaan kemandirian yang berorientasi pada ketahanan pangan dan reintegrasi sosial warga binaan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan
  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan
  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan
  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan
  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan
  • Kunjungan Perdana ke Lapas Parigi, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pelayanan, Kamtib, Integritas, dan Ketahanan Pangan