Lestarikan Budaya Daerah, Warga Binaan Lapas Perempuan Martapura Tampilkan Tari Ampar-Ampar Pisang
Wartanesia – Empat Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi Keimigrasian bertajuk “Penguatan Peran dan Fungsi Keimigrasian dalam Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nonprosedural” yang berlangsung di Multifunction Hall Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (28/9). Dalam kesempatan tersebut, keempat Warga Binaan menampilkan Tari Ampar-Ampar Pisang, salah satu kesenian tradisional khas Kalimantan Selatan.
Penampilan Tari Ampar-Ampar Pisang menjadi bentuk partisipasi Warga Binaan sekaligus ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan potensi seni yang dimiliki. Dengan gerakan yang kompak dan penuh semangat, keempat Warga Binaan tampil di hadapan peserta kegiatan. Penampilan tersebut berlangsung dengan baik, aman, dan tertib.
Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyampaikan bahwa keterlibatan Warga Binaan dalam berbagai kegiatan positif merupakan bagian dari proses pembinaan yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri.
“Kami terus memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang mereka miliki. Melalui kegiatan seni seperti ini, mereka dapat belajar tampil dengan percaya diri sekaligus ikut memperkenalkan budaya daerah,” ujar Evi.
Kasi Binadik Lapas Perempuan Martapura, Rose Mery Kusuma Dewi, menambahkan bahwa kegiatan seni juga menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian. Menurutnya, latihan dan penampilan tari mengajarkan Warga Binaan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta keberanian tampil di hadapan orang lain.
“Selain menjadi wadah untuk menyalurkan bakat, kegiatan seni tari juga melatih kedisiplinan dan kekompakan Warga Binaan. Kami berharap keterampilan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama pembinaan dapat menjadi bekal positif bagi mereka,” ungkap Rose Mery.
Partisipasi Warga Binaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kepribadian dan kreativitas. Melalui seni dan budaya, Lapas Perempuan Martapura terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan kegiatan positif, membangun kepercayaan diri, serta mengenal dan melestarikan budaya daerah.
- LPP Martapura
