Lapas Bontang Laksanakan Panen 30 Kg Kacang Panjang di Lahan SAE
Wartanesia – Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan Bontang kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian. Para warga binaan menggelar panen komoditas kacang panjang di area perkebunan SAE pada Jumat (25/09/2026).
Dari lahan produktif yang dikelola secara mandiri, para warga binaan berhasil memanen 30 kilogram kacang panjang segar berkualitas tinggi. Kegiatan pemanenan ini didampingi langsung oleh jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dan petugas pembina sebagai bagian dari monitoring serta evaluasi program pelatihan agribisnis.
Kepala Lapas Bontang, Agus Wahono, menyampaikan bahwa hasil panen ini merupakan bukti nyata efektivitas program pembinaan berbasis pertanian yang dijalankan di SAE. Pemanfaatan lahan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam yang adaptif dan bernilai ekonomi tinggi.
"Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, kami ingin memastikan para warga binaan memiliki keahlian riil di bidang pertanian. Memelihara tanaman dari proses olah tanah, perawatan, hingga masa panen melatih kedisiplinan serta jiwa kewirausahaan mereka. Hasil panen kacang panjang ini sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, dan sisanya dipasarkan ke masyarakat sekitar yang hasilnya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Kalapas.
Program pertanian di SAE Lapas Bontang diproyeksikan akan terus berlanjut secara berkesinambungan dengan ragam komoditas hortikultura lainnya. Selain berkontribusi pada program ketahanan pangan, keberhasilan panen ini diharapkan menjadi bekal bekal hidup yang bermanfaat bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
Baca Juga:
