Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa


Wartanesia – Rutan Kelas IIB Rantau terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produksi Telur Asin RuRa, Rabu (22/07). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Kelas IIB Rantau ini diikuti oleh warga binaan yang menjadi pekerja pada program UMKM dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas. Program tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap kembali ke masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, warga binaan terlibat dalam seluruh tahapan pembuatan telur asin, mulai dari proses pemilihan telur, pembersihan, pelapisan adonan pengasin, penyimpanan sesuai masa pemeraman, hingga pengemasan produk. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, kualitas, dan ketelitian sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja secara profesional.

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. "Program UMKM Telur Asin RuRa tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal hidup setelah kembali ke masyarakat. Inilah wujud pembinaan yang kami dorong secara berkelanjutan," ujar Renaldi.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menjelaskan bahwa setiap kegiatan pembinaan kemandirian selalu mengedepankan proses pembelajaran yang terarah agar warga binaan memperoleh pengalaman kerja yang nyata. "Kami memberikan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pengemasan agar warga binaan memahami setiap tahapan dengan baik. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi modal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja secara mandiri di masa depan," ungkap Darmawan.

Melalui program UMKM Telur Asin RuRa, Rutan Kelas IIB Rantau terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan membekali warga binaan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi, diharapkan mereka mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya saing, serta siap memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa
  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa
  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa
  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa
  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa
  • Rutan Rantau Optimalkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Telur Asin RuRa