Lapas Batu Perkuat Strategi Kehumasan, Wujudkan Publikasi Pemasyarakatan yang Informatif dan Berdaya Jangkau
Semarang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan (Lapas Batu) mengikuti kegiatan Asistensi Kehumasan di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah (Ditjenpas Jawa Tengah) yang diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Rabu (08/07). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas kehumasan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan, khususnya dalam menghadapi tuntutan keterbukaan informasi publik dan kebutuhan publikasi yang semakin dinamis di era digital.
Kegiatan asistensi dibuka secara langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kadiyono, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif organisasi, menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, serta menjembatani komunikasi antara institusi pemasyarakatan dengan publik.
“Kehumasan bukan lagi sekadar mendokumentasikan kegiatan, tetapi bagaimana kita mampu menyampaikan pesan organisasi secara utuh, akurat, dan membangun kepercayaan publik. Humas harus mampu menjadi wajah institusi yang informatif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan media saat ini,” ujar Kadiyono.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan asistensi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan, memperkuat strategi publikasi, serta mengoptimalkan pengelolaan informasi publik di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, publikasi yang baik harus mampu mengangkat berbagai program, capaian, serta transformasi positif pemasyarakatan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim Humas Ditjenpas. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai konsep dasar pemberitaan, teknik penulisan narasi berita, penyusunan siaran pers, hingga pengelolaan media sosial sebagai sarana publikasi yang efektif. Tim Humas Ditjenpas menjelaskan bahwa berita dan siaran pers memiliki fungsi penting sebagai media penyampaian informasi sekaligus sarana sosialisasi program dan kebijakan pemasyarakatan kepada masyarakat luas.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik penulisan berita dan siaran pers serta teknis mengenai fotografi dan videografi yang baik dan benar, mulai dari penyusunan judul yang menarik, penentuan sudut pandang berita, penulisan lead, hingga penyusunan isi berita yang padat, jelas, dan tetap memiliki nilai informatif. Materi ini dinilai sangat relevan bagi petugas humas di satuan kerja, mengingat publikasi yang baik bukan hanya menonjolkan kegiatan, tetapi juga harus mampu menggambarkan manfaat dan dampak positif dari setiap program yang dijalankan. Materi ini menjadi bagian penting karena kualitas visual merupakan salah satu unsur utama dalam memperkuat pesan dan daya tarik sebuah publikasi.
Pada kesempatan yang sama, Tim Humas Ditjenpas juga menekankan pentingnya optimalisasi media sosial sebagai salah satu instrumen utama publikasi pemasyarakatan. Di tengah perkembangan arus informasi yang sangat cepat, media sosial dinilai menjadi kanal strategis untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, memperluas jangkauan informasi, serta menampilkan wajah pemasyarakatan yang lebih terbuka, humanis, dan progresif. Untuk itu, peserta diberikan pemahaman mengenai cara membuat konten yang menarik, relevan, dan mudah dipahami publik, baik dalam bentuk narasi, foto, video pendek, maupun desain visual pendukung.
Kalapas Batu Nusakambangan, Irfan, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas jajaran humas dalam mendukung keterbukaan informasi dan publikasi program-program pemasyarakatan.
“Kami memandang asistensi kehumasan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan jajaran kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih baik, cepat, dan tepat. Publikasi menjadi sarana untuk menunjukkan kinerja, inovasi, serta komitmen Lapas Batu dalam mendukung program pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Irfan.
Ia menambahkan, melalui penguatan kompetensi kehumasan, Lapas Batu diharapkan semakin mampu menghadirkan publikasi yang informatif, edukatif, dan membangun citra positif institusi. Menurutnya, setiap kegiatan pembinaan, pelayanan, pengamanan, hingga program kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Batu perlu dikemas dengan baik agar dapat diketahui secara luas oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kinerja.
Dengan adanya asistensi ini, diharapkan seluruh jajaran humas pemasyarakatan, termasuk Lapas Batu Nusakambangan, dapat semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan media dan kebutuhan informasi masyarakat. Kehumasan yang kuat, profesional, dan responsif menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang terus berbenah, berkinerja, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
