Wartanesia – Dalam upaya membangun hubungan yang humanis serta mempererat kebersamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menggelar pertandingan futsal antara pegawai dan warga binaan. Kegiatan olahraga bersama ini dilaksanakan di lapangan dalam Lapas dan berlangsung penuh keakraban serta semangat sportivitas.
Pertandingan futsal tersebut diikuti oleh tim pegawai Lapas I Madiun dan tim perwakilan warga binaan. Sejak awal pertandingan, suasana cair dan penuh antusiasme tampak jelas. Sorak sorai dari para peserta dan penonton turut menambah semarak kegiatan, menjadikan olahraga ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana rekreasi dan pembinaan kepribadian.
Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang menekankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan. “Melalui kegiatan futsal bersama ini, kami ingin membangun hubungan yang lebih humanis, menghilangkan sekat, serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Olahraga menjadi media yang efektif untuk menciptakan suasana positif di dalam lapas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan jasmani dan mental, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang turut bertanding mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas kegiatan tersebut. “Kami merasa dihargai dan diperlakukan secara manusiawi. Bermain futsal bersama pegawai membuat kami lebih dekat dan termotivasi untuk mengikuti pembinaan dengan baik,” tuturnya.
Pertandingan futsal ditutup dengan suasana kekeluargaan, di mana seluruh peserta saling berjabat tangan sebagai simbol sportivitas. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, memperkuat proses pembinaan, serta menciptakan iklim pemasyarakatan yang sehat, harmonis, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
