Wartanesia - Dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menggelar kegiatan pemeriksaan skrining Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Klinik Cito Madiun yang telah menjadi mitra resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam program penanggulangan TBC.
Pelaksanaan skrining akan berlangsung selama lima hari, melibatkan seluruh warga binaan secara bergiliran untuk memastikan proses berjalan tertib dan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi tahapan wawancara kesehatan, pemeriksaan fisik, serta pengambilan sampel dahak bagi warga binaan yang menunjukkan gejala TBC.
Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan bebas TBC. “Kami berupaya melakukan deteksi dini agar warga binaan yang terindikasi TBC dapat segera ditangani sesuai prosedur medis. Kesehatan mereka menjadi prioritas, karena lingkungan yang sehat adalah syarat utama dalam pembinaan yang optimal,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Klinik Cito Rizky Dana menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan program nasional Indonesia Bebas TBC Tahun 2030. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari pihak Lapas dalam memfasilitasi jalannya pemeriksaan dan edukasi kesehatan kepada warga binaan.
Dengan adanya kegiatan skrining ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Selain sebagai langkah pencegahan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup di Lembaga Pemasyarakatan.
- Lapas Madiun
