Dari Kolam Bioflok Menuju Kemandirian, Lapas Batu Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Nusakambangan, Info_Pas – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan terus mendorong pengembangan kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor perikanan. Hal tersebut diwujudkan melalui pengecekan bantuan pemerintah dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2026 berupa sarana dan prasarana budidaya ikan lele sistem bioflok, Rabu (2/9).
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan bimbingan teknis (bimtek) budidaya lele sistem bioflok yang diberikan oleh Tim Teknis Bantuan Pemerintah BBPBAP Jepara bersama Penyuluh Perikanan BBPBAP Jepara.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi dan kelengkapan sarana budidaya yang diterima Lapas Batu, baik dari aspek teknis maupun kelengkapan logistik bantuan. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan sesuai peruntukan serta memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan.
Setelah proses pengecekan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima sebagai bentuk tertib administrasi sekaligus dokumentasi atas pelaksanaan bantuan pemerintah tersebut.
Selanjutnya, Tim Teknis Bantuan Pemerintah BBPBAP Jepara bersama Penyuluh Perikanan memberikan pembekalan teknis kepada petugas dan kelompok pembudidaya ikan Lapas Batu. Materi yang disampaikan meliputi persiapan dan pengelolaan kolam bioflok, pengelolaan kualitas air, pembentukan serta pemeliharaan flok, pemberian pakan, hingga pemeliharaan ikan lele.
Kabid Kegiatan Kerja Lapas Batu, Aryono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan pendampingan yang diberikan BBPBAP Jepara. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif.
“Bantuan dan bimbingan teknis ini sangat bermanfaat bagi kami. Tidak hanya menyediakan sarana budidaya, tetapi juga memberikan pengetahuan teknis agar pengelolaannya dapat dilakukan dengan benar dan berkelanjutan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran dan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Aryono.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama bimbingan teknis.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar budidaya lele sistem bioflok ini dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan turut dihadiri Pejabat dan Staf Bidang Kegiatan Kerja, Tim Teknis Bantuan Pemerintah BBPBAP Jepara Tahun 2026, Penyuluh Perikanan BBPBAP Jepara, serta Ketua dan jajaran Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Lapas Batu.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Batu berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Pemanfaatan bantuan budidaya lele sistem bioflok diharapkan tidak hanya mendukung optimalisasi kegiatan kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan keterampilan warga binaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#Pemasyarakatan
#ditjenpas
#ditjenpasjateng
#lapasbatu
#nusakambangan
Baca Juga:
.jpeg)