GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

Kemenkum Sulteng Jemput Bola Layanan KI di Kampus, Dorong Perlindungan Karya Intelektual Akademisi

Wartanesia – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) terus memperkuat upaya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan perguruan tinggi melalui program layanan “KI On The Spot” yang menyasar sejumlah kampus di Kota Palu, Kamis, (30/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual tersebut berlangsung di empat perguruan tinggi, yakni Universitas Tadulako, Universitas Alkhairat Palu, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Pelita Mas.

Program tersebut menjadi langkah strategis Kanwil Kemenkum Sulteng dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan hukum atas karya intelektual, khususnya hak cipta dan potensi paten hasil riset akademik.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, dalam keterangannya, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran besar dalam melahirkan inovasi, penelitian, dan karya ilmiah yang harus mendapatkan perlindungan hukum secara optimal.

“Perguruan tinggi merupakan pusat lahirnya ide, inovasi, penelitian, dan karya kreatif yang memiliki nilai strategis. Karena itu, perlindungan Kekayaan Intelektual menjadi sangat penting agar hasil karya akademisi memiliki kepastian hukum dan nilai tambah,” ujar Rakhmat Renaldy.

Ia mengatakan, layanan KI On The Spot merupakan bentuk komitmen Kanwil Kemenkum Sulteng untuk menghadirkan pelayanan hukum yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.

“Kami ingin membangun budaya sadar KI di lingkungan kampus. Mahasiswa, dosen, maupun peneliti harus memahami bahwa setiap karya intelektual memiliki nilai ekonomi dan perlu dilindungi sejak awal,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Universitas Tadulako menjadi salah satu kampus yang menunjukkan kesiapan tinggi dalam penguatan perlindungan KI. Pendaftaran hak cipta direncanakan menggunakan akun Sentra KI universitas sebagai optimalisasi fungsi kelembagaan internal.

Selain itu, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako bahkan telah menetapkan kebijakan wajib pencatatan hak cipta bagi mahasiswa program magister (S2) sebagai bagian dari luaran akademik.

Pendampingan pendaftaran hak cipta di universitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, dengan fokus utama pada karya-karya akademik mahasiswa dan dosen.

Tidak hanya itu, pada Selasa, 5 Mei 2026, juga akan dilaksanakan kegiatan pemetaan potensi paten (mapping paten) yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI.

Sementara itu, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu menyepakati pelaksanaan pendampingan pendaftaran hak cipta pada 6–7 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, LP2M UIN Datokarama akan berperan aktif melakukan pendataan serta penyampaian informasi kepada mahasiswa dan akademisi terkait persyaratan pencatatan hak cipta.

Pada Universitas Alkhairat Palu, audiensi diterima positif oleh pihak Sentra KI universitas yang menyatakan komitmen awal untuk memperkuat kolaborasi bersama Kanwil Kemenkum Sulteng. Sedangkan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Pelita Mas masih menunggu hasil rapat pimpinan untuk penetapan jadwal pelaksanaan pendampingan.

Rakhmat Renaldy menilai, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting dalam meningkatkan jumlah permohonan KI di Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat ekosistem inovasi daerah.

“Kami optimis, melalui pendampingan yang berkelanjutan, semakin banyak karya intelektual dari kampus-kampus di Sulawesi Tengah yang terlindungi secara hukum dan berpotensi dikembangkan menjadi inovasi bernilai ekonomi,” jelasnya.

Ke depan, Kanwil Kemenkum Sulteng juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pendampingan KI di perguruan tinggi, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis terkait hak cipta dan identifikasi potensi paten.

“Penguatan layanan KI di perguruan tinggi merupakan investasi penting dalam membangun daya saing daerah berbasis inovasi dan kreativitas generasi muda,” tutup Rakhmat Renaldy.

Type above and press Enter to search.