Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Bontang Tebar 3.000 Benih Lele dan 2.000 Benih Nila
Wartanesia — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bontang terus mengoptimalkan Program Ketahanan Pangan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Pada Sabtu (30/5/2026), Lapas Bontang melaksanakan panen melon hidroponik jenis honeydew sekaligus penebaran ribuan benih ikan di area SAE Lapas Kelas IIA Bontang.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas. Panen tersebut dilaksanakan 2 (dua) hari, sebanyak 120 kilogram melon honeydew hasil budidaya hidroponik pada Selasa (26/5) dan Sabtu (30/5) yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Selain panen melon, Lapas Bontang juga melakukan penebaran 3.000 benih ikan lele dan 2.000 benih ikan nila pada kolam budidaya yang berada di kawasan SAE sebagai upaya pengembangan sektor perikanan dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kalapas Bontang, Suranto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas Bontang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pembinaan keterampilan yang produktif bagi warga binaan.
“Panen melon hidroponik dan penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Bontang dalam mengembangkan Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai wadah pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Suranto.
Lebih lanjut, Suranto menegaskan bahwa keberhasilan panen melon honeydew tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan budidaya pertanian modern di lingkungan pemasyarakatan. Sementara penebaran benih ikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan yang terintegrasi dalam program pembinaan.
Melalui optimalisasi sektor pertanian dan perikanan pada SAE, Lapas Bontang berkomitmen untuk terus mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya guna.
Baca Juga:
