Wartanesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengintensifkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan tausiah agama bagi Warga Binaan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik.
Pelaksanaan tausiah melibatkan petugas pembinaan serta pembimbing rohani dengan materi yang menitikberatkan pada penguatan keimanan, pembinaan moral, serta pemahaman nilai-nilai keagamaan. Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi diri bagi Warga Binaan untuk menyadari kesalahan masa lalu dan membangun komitmen perubahan positif.
Kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari Warga Binaan karena memberikan ketenangan batin serta motivasi dalam menjalani masa pembinaan. Melalui pendekatan spiritual, mereka didorong untuk memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan yang lebih bermakna.
Salah satu Warga Binaan, B, mengungkapkan bahwa kegiatan tausiah memberikan dampak positif bagi dirinya. “Melalui tausiah ini, saya merasa lebih tenang dan mulai memahami arti memperbaiki diri. Ini menjadi pengingat bagi saya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam proses Pemasyarakatan.
“Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter Warga Binaan. Tausiah yang dilaksanakan secara konsisten ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata, baik dari segi sikap, mental, maupun perilaku,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan berbasis spiritual menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru turut mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan yang berorientasi pada perubahan sikap dan karakter. Diharapkan, Warga Binaan dapat menjadi pribadi yang lebih siap, mandiri, dan mampu berkontribusi positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
