Penguatan Petani Jadi Kunci Sukses Indikasi Geografis Durian Asaan
Wartanesia – Upaya perlindungan Indikasi Geografis (IG) Durian Asaan di Kabupaten Banggai tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani sebagai aktor utama. Hal ini mencuat dalam Pemeriksaan Substantif IG Durian Asaan yang diikuti Kanwil Kemenkum Sulteng bersama tim DJKI.
Dalam kegiatan tersebut, terungkap bahwa sosialisasi terkait IG kepada petani, khususnya yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), masih belum optimal. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pemahaman petani terhadap pentingnya menjaga standar kualitas dan reputasi produk.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa keberhasilan IG sangat bergantung pada keterlibatan aktif petani.
“Petani adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas produk Indikasi Geografis. Tanpa pemahaman yang baik, sulit untuk mempertahankan standar yang menjadi ciri khas suatu produk,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar dilakukan sosialisasi secara menyeluruh serta pendampingan berkelanjutan kepada anggota MPIG, sehingga mereka mampu memahami dan menerapkan standar yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan MPIG sebagai pengelola utama IG.
“MPIG harus menjadi lembaga yang kuat dan profesional. Tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga memastikan pengawasan mutu dan keberlanjutan produksi,” jelas I Putu.
Selain itu, diperlukan inventarisasi yang lebih rinci terkait kepemilikan pohon durian. Data awal menunjukkan sekitar 50 pohon durian tersebar di wilayah IG, namun belum terpetakan secara detail.
Kabupaten Banggai memiliki potensi besar dalam pengembangan IG berbasis komoditas lokal. Selain Durian Asaan, terdapat pula potensi Durian Nambo yang dikenal memiliki cita rasa khas, serta komoditas lain yang berpeluang dikembangkan melalui skema perlindungan IG.
Dengan penguatan petani dan kelembagaan, Durian Asaan diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikat IG, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
