GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

Kilau Sasirangan Prada, Warga Binaan Lapas Perempuan Martapura Kuasai Tahap Akhir Melukis

 


Wartanesia – Kain sasirangan hasil olahan tangan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura kini tampak semakin mewah. Pada Rabu (25/3), program pelatihan pembuatan Sasirangan Prada telah memasuki tahap akhir yang paling menentukan, yaitu proses melukis prada (pemberian aksen emas) di atas motif kain yang sebelumnya telah melalui tahap pewarnaan.


Bertempat di aula lapas, para peserta pelatihan terlihat fokus dan teliti menggoreskan cairan emas mengikuti pola-pola tradisional yang telah terbentuk. Tahap melukis prada ini menuntut konsentrasi tinggi dan kestabilan tangan agar setiap garis emas yang dihasilkan tampak tegas, rapi, dan memberikan kesan eksklusif pada kain Sasirangan tersebut.


Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Rose Mery K.D, yang meninjau langsung proses tersebut mengungkapkan rasa bangganya atas ketelatenan yang ditunjukkan oleh para warga binaan. Menurutnya, tahap ini adalah transformasi akhir dari sehelai kain biasa menjadi karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.


"Hari ini kami melihat hasil nyata dari kesabaran teman-teman warga binaan. Tahap melukis prada ini adalah sentuhan akhir yang memberikan nilai 'plus' pada produk kita. Kami ingin memastikan bahwa setiap kain yang keluar dari bengker ini memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar premium. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bekal kemandirian yang sangat berharga bagi mereka," ujar Rose Mery K.D.


Instruktur pelatihan, Amin, memberikan penilaian positif terhadap perkembangan keahlian para peserta. Ia mencatat bahwa warga binaan di Lapas Perempuan Martapura memiliki kemauan belajar yang sangat kuat, terlihat dari rapinya hasil lukisan prada yang mereka kerjakan.


"Proses melukis prada membutuhkan ketenangan dan penjiwaan terhadap motif. Saya sangat terkesan melihat hasil karya warga binaan hari ini; garis-garis emasnya sudah sangat luwes dan presisi. Secara teknis, mereka sudah siap menghasilkan produk standar butik. Kualitas ini sudah sangat layak untuk dipasarkan secara luas, bahkan untuk pelanggan yang sangat selektif sekalipun," ungkap Amin saat mendampingi para peserta.


Salah satu Warga Binaan, berinisial I mengungkapkan bahwa awalnya ragu apakah bisa melukis prada dengan rapi. “Tapi setelah dibimbing, saya sangat senang melihat kain yang tadinya biasa jadi terlihat sangat mewah dengan sentuhan emas ini. Bagi saya, ini bukan sekadar tugas, tapi ilmu mahal. Harapannya, keterampilan melukis prada ini bisa saya kembangkan menjadi usaha sendiri saat bebas nanti agar bisa membantu ekonomi keluarga," tutur I dengan penuh harapan.


Dengan berakhirnya tahap melukis prada ini, rangkaian pelatihan Sasirangan Prada di Lapas Perempuan Martapura telah rampung secara teknis. Kain-kain hasil pelatihan ini nantinya akan ditampilkan dalam berbagai pameran dan dipasarkan melalui galeri produk Lapas.




- LPP Martapura 

Type above and press Enter to search.