GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

Wisuda Iqra dan Tahfidz Lapas Madiun, Mencetak Generasi Qur'ani di Lingkungan Pemasyarakatan


Wartanesia - Lapas Kelas I Madiun menggelar wisuda metode Iqra dan Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 bagi warga binaan dalam suasana penuh khidmat dan haru. Kegiatan pembinaan keagamaan ini dilaksanakan di masjid Lapas I Madiun dan disaksikan langsung oleh keluarga warga binaan yang diwisuda, sebagai wujud dukungan moral dan spiritual terhadap proses perubahan diri yang dijalani.

Wisuda tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur dan didampingi Kepala Lapas Kelas I Madiun beserta jajaran pejabat struktural. Turut hadir Kepala Rutan Ponorogo, Kepala Rutan Magetan, serta para keluarga warga binaan yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menciptakan suasana religius dan menenangkan. Selanjutnya, Kepala Lapas I Madiun menyampaikan laporan kegiatan pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Dalam laporannya disampaikan bahwa program Iqra dan Tahfidz Juz 30 menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian, dengan tujuan membentuk karakter, akhlak, dan kedisiplinan warga binaan melalui nilai-nilai Al-Qur’an.

Momen haru semakin terasa ketika para wisudawan menampilkan demonstrasi pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan hafalan Juz 30 di hadapan para undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata capaian pembinaan yang telah dijalani dengan kesungguhan dan komitmen. Perwakilan keluarga warga binaan kemudian menyampaikan sambutan, mengungkapkan rasa syukur, bangga, dan terima kasih atas pembinaan yang diberikan, serta harapan agar perubahan positif ini terus terjaga.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono mengapresiasi dedikasi jajaran Lapas I Madiun dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan fondasi penting dalam sistem pemasyarakatan, agar warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial yang lebih baik.      

“Wisuda Iqra dan Tahfidz Juz 30 ini adalah bukti bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan spiritual dan karakter warga binaan. Kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang telah dipelajari dapat menjadi bekal untuk berubah, memperbaiki diri, serta menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kadiyono.                                                                                   
sementara itu salah satu perwakilan keluarga warga binaan menyampaikan “Kami sangat terharu dan bangga menyaksikan capaian ini. Perubahan positif yang kami lihat hari ini menjadi harapan besar bagi keluarga kami. Terima kasih kepada Lapas I Madiun yang telah membina dan membimbing anggota keluarga kami hingga mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an,” ungkap perwakilan keluarga warga binaan.

Sebagai bentuk kepedulian dan penguatan ikatan keluarga, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan yang diwisuda. 

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama antara Kepala Kantor Wilayah, warga binaan, dan keluarga mereka. Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi, empati, dan harapan baru, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas I Madiun tidak hanya berorientasi pada pembatasan, tetapi juga pada pemulihan dan pembentukan masa depan yang lebih bermakna.

Type above and press Enter to search.