GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

Dorong Kemandirian Warga Binaan, Kepala BPSDM Imipas Tinjau Budidaya Sidat di Lapas Batu Nusakambangan


Nusakambangan, Info_PAS – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan, dalam rangka meninjau secara langsung pengelolaan tambak sidat yang berada di kawasan Lapas Batu, Selasa (28/01).


Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat progres serta potensi pengembangan budidaya sidat sebagai salah satu program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan. Tambak sidat Lapas Batu merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.


Dalam peninjauan tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi, didampingi oleh Kalapas Batu Nusakambangan beserta jajaran meninjau kesiapan sarana dan prasarana tambak sidat, meliputi pemasangan waring, membran kolam, serta kincir air yang berfungsi menjaga kualitas oksigen dan sirkulasi air. Seluruh persiapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan proses pembesaran benih sidat.


Ka BPSDM menyampaikan apresiasi atas inovasi dan komitmen Lapas Batu dalam mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan. Menurutnya, budidaya sidat memiliki nilai ekonomis tinggi dan prospek yang sangat baik apabila dikelola secara berkelanjutan dan profesional.


“Program seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kompetensi dan keterampilan warga binaan yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan, Irfan, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa arah kebijakan transformasi Nusakambangan memberikan penguatan signifikan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di lapangan.


“Transformasi Pulau Nusakambangan dalam ketahan pangan yang digaungkan oleh Menteri Agus. Kami di lapangan terus berupaya mengimplementasikannya melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan bernilai ekonomi,” ungkap Irfan.


Ia menambahkan, WBP yang mengikuti program kemandirian tidak hanya memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja, tetapi juga menerima premi dari hasil panen atau produk yang dihasilkan. Premi tersebut disalurkan melalui rekening bank masing-masing WBP sebagai modal awal usaha setelah mereka kembali ke masyarakat.


Melalui inovasi tambak sidat dan berbagai program kemandirian lainnya, Nusakambangan terus memperkuat perannya sebagai kawasan pembinaan produktif. Diharapkan, pembinaan ini mampu mencetak WBP yang lebih mandiri, kompeten, serta siap berkontribusi secara positif dalam pembangunan sosial dan ekonomi setelah bebas nanti.



#kemenimipas

#ditjenpas

#pemasyarakatan

#guardandguide

#infoimipas

Type above and press Enter to search.