Wartanesia – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang menerima kunjungan Tim Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur, pada Rabu (12 November 2025). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat dan Areal Pelayanan Publik Lapas Bontang dengan tujuan melakukan supervisi dan penilaian atas berbagai aspek pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Kalapas Bontang, Suranto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Ombudsman. Ia menegaskan bahwa evaluasi dan supervisi seperti ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dan berkomitmen memberikan layanan terbaik.
“Kami mengapresiasi kehadiran Ombudsman RI. Evaluasi ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujar Suranto.
Rombongan Ombudsman RI yang hadir dipimpin oleh Hamsah Fansuri selaku Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, didampingi oleh Yansen Sinaga dan Beny Setiadi sebagai Asisten Ombudsman RI Pencegahan Maladministrasi, serta Dhewi Lestari dari pejabat fungsional Kesekjenan Ombudsman RI dan William Gosal sebagai tenaga pendukung Ombudsman RI.
Dalam agenda supervisi ini, Tim Ombudsman RI melakukan penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek utama pelayanan di Lapas Bontang, meliputi layanan integrasi bagi warga binaan, transparansi biaya, kepastian waktu, kemudahan akses layanan, serta responsivitas petugas dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Selain itu, efektivitas pengawasan internal terhadap potensi maladministrasi dan pemenuhan sarana serta prasarana pelayanan yang ramah, inklusif, dan berstandar nasional juga menjadi fokus perhatian dalam kegiatan ini.
Tim Ombudsman RI menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan fasilitas semata, tetapi juga pada konsistensi perilaku pelayanan, budaya kerja, serta dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai penerima layanan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi Lapas Bontang untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sehingga mampu mewujudkan sistem pelayanan pemasyarakatan yang transparan, humanis, dan berintegritas tinggi.
