GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

LAPAS BATU DITUNJUK MENJADI PILOT PROJECT FOOD ESTATE PULAU NUSAKAMBANGAN OLEH DIRJENPAS




NUSAKAMBANGAN, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pedoman Branding Pemasyarakatan dalam rangka penyusunan Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan, bertempat di Jakarta, Rabu (12/11).


Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat citra positif dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta fungsi pada Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan. Sebanyak 17 Kepala Lembaga Pemasyarakatan dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan, Irfan.


Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyerahkan Surat Penetapan Satuan Kerja Pemasyarakatan sebagai Pilot Project Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan. Dalam hal ini, Lapas Kelas I Batu Nusakambangan ditunjuk menjadi Pilot Project Food Estate Pulau Nusakambangan.


Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Lapas Batu dalam mengembangkan berbagai program ketahanan pangan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas warga binaan.


Kepala Lapas Batu, Irfan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Ditjenpas.


“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Penunjukan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik dalam pengembangan Food Estate di Nusakambangan. Kami siap menjadikan Lapas Batu sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan program ketahanan pangan berbasis pemasyarakatan,” ujar Irfan.


Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Nusakambangan telah memiliki sejumlah program unggulan di bidang ketahanan pangan.


Program tersebut meliputi bidang peternakan (ayam, domba, sapi), perikanan (sidat, nila, dan udang), serta pertanian dan perkebunan (padi, jagung, anggur, dan berbagai komoditas hortikultura).


Upaya penguatan program ketahanan pangan ini juga didukung oleh keberadaan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) seperti pengolahan pupuk organik, pengolahan sampah, dan BLK konveksi, yang menjadi wadah pelatihan dan pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan.


Dengan ditetapkannya Lapas Batu sebagai Pilot Project Food Estate Pulau Nusakambangan, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus mempertegas peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi produktif.


“Kami optimistis, Food Estate Nusakambangan dapat menjadi model pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan sekaligus simbol transformasi pemasyarakatan menuju sistem yang lebih produktif dan berdaya guna,” pungkas Irfan. 

Type above and press Enter to search.