NUSAKAMBANGAN, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) melalui Active Case Finding (ACF) menggunakan metode Chest X-Ray (CXR). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Puskesmas Cilacap Selatan I. Selasa (11/11)
Bertempat di Aula dalam Lapas Kelas I Batu Nusakambangan. Sebanyak 50 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan skrining gejala dan pemeriksaan CXR yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi penyakit Tuberkulosis di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan 12 orang Tim Vendor X-Ray , 2 orang petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, serta 2 tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilacap Selatan I. Seluruh rangkaian kegiatan juga mendapat pendampingan langsung dari petugas Lapas Batu Nusakambangan guna memastikan kelancaran dan keamanan proses pemeriksaan.
Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Irfan menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan seluruh instansi terkait yang telah membantu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan Lapas. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan warga binaan dan mendukung program nasional eliminasi TB,” ujarnya.
Melalui kegiatan skrining aktif ini, diharapkan deteksi dini terhadap kasus TB di Lapas dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga langkah penanganan medis dapat segera diberikan. Lapas Batu Nusakambangan berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesehatan bagi seluruh warga binaan sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan yang komprehensif.
