GpdiGSz7Gpz0GUY7BSd5TSdoTd==

Bekali WBP dengan Catur Dharma, Lapas Madiun Gelar Edukasi Disiplin Jelang Usulan Integrasi


Wartanesia - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun terus berupaya memastikan bahwa setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengajukan usulan integrasi memiliki kesiapan mental, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan tujuan pembinaan. Untuk itu, Lapas I Madiun menggelar kegiatan pengarahan khusus yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan, didampingi oleh Kasi Bimbingan Kemasyarakatan. Kegiatan ini diikuti oleh 29 WBP yang tengah mengusulkan hak integrasi, seperti PB,CB, CMB, dan CMK.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pembinaan menegaskan pentingnya pemahaman WBP terhadap nilai-nilai Catur Dharma Narapidana sebagai pedoman dasar dalam kehidupan sehari-hari di dalam Lapas maupun nantinya ketika kembali ke masyarakat. Catur Dharma Narapidana yang meliputi kesadaran beribadah, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran hukum, serta kesadaran untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

“Pembinaan ini kami berikan agar seluruh WBP yang mengusulkan integrasi benar-benar memahami tanggung jawabnya. Integrasi bukan hanya soal memenuhi syarat administratif, tetapi tentang perubahan perilaku yang tercermin melalui disiplin dan pengamalan Catur Dharma Narapidana. Kami berharap para WBP dapat menjaga komitmen untuk terus memperbaiki diri sehingga kepercayaan yang diberikan negara dapat dijalankan dengan baik,”ujarnya

Selain edukasi mengenai Catur Dharma, WBP juga dibekali pemahaman mengenai disiplin, tata tertib, serta konsekuensi perilaku selama menjalani proses pembinaan. Kasi Bimkemasy menyampaikan bahwa integrasi bukan sekadar hak, tetapi bentuk kepercayaan negara kepada WBP yang dinilai telah menunjukkan perubahan positif. Karena itu, setiap peserta diminta menjaga komitmen dan konsistensi dalam berperilaku.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi WBP untuk berkonsultasi mengenai proses pengusulan integrasi, persyaratan administratif, hingga penilaian sikap. Para petugas memberikan pendampingan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipahami dengan baik oleh WBP.

Melalui pembinaan dan pengarahan ini, Lapas I Madiun berharap seluruh WBP yang mengusulkan integrasi dapat mempersiapkan diri dengan optimal, memahami nilai-nilai dasar pemasyarakatan, serta mampu menerapkannya baik di dalam maupun setelah kembali ke masyarakat. Dengan demikian, tujuan pembinaan untuk mencetak pribadi yang produktif, taat aturan, dan berdaya guna dapat terwujud secara berkelanjutan.

Type above and press Enter to search.