Wartanesia – Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Martapura dalam membina kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif kembali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kali ini, apresiasi datang dari Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Pandu Aksana, serta Wakil Ketua Umum DPD IWAPI Kalimantan Selatan, Hj. Aida Muslimah yang berkunjung langsung ke Lapas Perempuan Martapura, Senin (20/10).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh warga binaan, meliputi kegiatan keterampilan menjahit, membordir, Sasirangan, kerajinan tangan, Salon dan pembuatan berbagai produk bernilai ekonomi seperti Amplang, Rengginang, Roti dan berbagai macam olahan makanan lainnya. Mereka mengapresiasi hasil karya yang dihasilkan warga binaan, yang dinilai memiliki daya saing dan potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa hasil karya warga binaan bukan hanya bentuk kreativitas, tetapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi yang sejalan dengan semangat penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menilai bahwa pembinaan kemandirian seperti ini sangat penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat. “Produk-produk yang dihasilkan warga binaan Lapas Perempuan Martapura ini memiliki nilai jual yang baik. Jika dikembangkan lebih lanjut, dapat berkontribusi terhadap penguatan UMKM di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Hj. Aida Muslimah, S.E., juga memberikan dukungan nyata dengan membeli sejumlah produk hasil karya warga binaan. Ia menyampaikan harapannya agar kegiatan pembinaan ini terus berlanjut dan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Kalimantan Selatan. Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, beserta jajaran menyambut baik apresiasi dan dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat berarti bagi keberlanjutan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas. “Kami terus berkomitmen untuk mencetak warga binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat melalui hasil karya yang berdaya jual. Dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pembinaan berbasis keterampilan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga mampu menjadi pelaku UMKM yang mandiri setelah bebas nanti. Program pembinaan kemandirian ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang produktif.
