Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Batu ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan strategi pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus utama Kementerian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Kalapas Batu, Irfan, menekankan pentingnya peran Lapas Batu dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai inovasi dan program kerja nyata. Beliau menyoroti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari tugas mulia institusi pemasyarakatan dalam membina warga binaan dan berkontribusi bagi masyarakat.
"Melalui program ketahanan pangan, kita tidak hanya membina warga binaan untuk memiliki keterampilan di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga turut mendukung ketersediaan pangan di lingkungan sekitar. Ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial kita," ujar Kalapas.
Pengarahan ini juga membahas strategi implementasi program ketahanan pangan, seperti pengembangan lahan pertanian di area Lapas Batu, pelatihan keterampilan bertani bagi warga binaan, serta optimalisasi kerja sama dengan pihak eksternal untuk mendukung produksi pangan berkelanjutan. Selain itu, Kalapas menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas.
Lebih lanjut, ia menekankan agar seluruh jajaran memahami peran masing-masing dalam program ini. Baik pejabat struktural, staf, maupun CPNS diharapkan dapat berpartisipasi aktif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. "Setiap bagian memiliki kontribusi, entah itu dalam pengelolaan lahan, dan perawatan tanaman. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan kita," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Lapas Batu Nusakambangan dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran strategis lembaga pemasyarakatan dalam pembangunan nasional.
