Lapas Ngaseman Wujudkan Ketahanan Pangan Dengan Penanaman Pohon Kelapa Tahap 3 (Tiga)
Nusakambangan – Lapas Kelas IIA Ngaseman terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon kelapa tahap ketiga di lingkungan sekitar Lapas pada Senin, 2 September 2025.
Dalam pelaksanaan tahap ketiga ini, sebanyak 150 (seratus lima puluh) pohon kelapa ditanam di area depan Lapas serta sepanjang jalan kanan dan kiri hingga batas Jembatan Bali. Penanaman ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi lahan kosong agar lebih produktif sekaligus berfungsi sebagai penghijauan dan pelindung lingkungan. Secara akumulatif, Lapas Ngaseman telah berhasil menanam 800 (delapan ratus) pohon kelapa pada tahap pertama dan tahap kedua. Ke depan, program ini akan dilanjutkan secara bertahap dengan target mencapai 1.000 (seribu) pohon kelapa yang tertanam di area Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Ngaseman dalam keterangannya menjelaskan bahwa penanaman pohon kelapa bukan hanya sekadar rutinitas penghijauan, melainkan bagian dari upaya serius membangun kemandirian lembaga. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Penanaman pohon kelapa ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang, baik bagi lingkungan, bagi lembaga, maupun sebagai dukungan nyata terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain sebagai sumber pangan, kelapa juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk turunannya seperti minyak kelapa, santan, gula kelapa, hingga olahan serat, dapat memberikan peluang pengembangan usaha di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi ketahanan pangan, tetapi juga membuka potensi pengembangan ekonomi produktif berbasis lingkungan.
Lebih jauh, penanaman kelapa juga memberi dampak positif bagi kelestarian alam. Akar pohon kelapa mampu menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi, sementara daunnya dapat berfungsi sebagai peneduh alami. Dengan penghijauan yang dilakukan secara berkesinambungan, lingkungan Lapas akan menjadi lebih asri, sehat, dan ramah lingkungan.
Langkah yang diambil Lapas Ngaseman ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang mendorong satuan kerja untuk terus berinovasi dalam program kemandirian sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui program ini, Lapas Ngaseman menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang produktif, mandiri, dan berwawasan lingkungan. Penanaman pohon kelapa bukan hanya simbol gerakan ketahanan pangan, tetapi juga bentuk nyata dari kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.
