Wartanesia – Lapas Kelas I Madiun menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai langkah awal memastikan kelayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mengikuti program pembinaan keterampilan “WeBe Entrepreneur”. Kegiatan berlangsung di Aula Saharjo Lapas I Madiun, Senin (15/9), dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Madiun didampingi pejabat struktural.
Sidang ini diikuti oleh 90 orang WBP yang sebelumnya telah terdata sebagai peserta potensial. Program WeBe Entrepreneur merupakan inovasi pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan berbasis Work, Empowerment, Business, Education. Melalui konsep tersebut, WBP diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, memperoleh keahlian, serta membangun jiwa kewirausahaan yang berguna setelah bebas nanti.
Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai dalam arahannya menegaskan pentingnya seleksi yang ketat dan objektif melalui Sidang TPP. “Kami ingin memastikan setiap WBP yang mengikuti program benar-benar layak, baik dari sisi kedisiplinan, motivasi, maupun kesiapan mental. Harapannya, mereka bisa mengikuti pembinaan dengan maksimal dan kelak mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Salah satu WBP yang mengikuti sidang, AG, menyampaikan rasa antusiasnya. “Saya merasa senang diberi kesempatan mengikuti program WeBe Entrepreneur. Ini menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar usaha, punya keterampilan, dan menata masa depan. Semoga ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal saat kembali berkumpul dengan keluarga,” ungkapnya.
Dengan adanya program WeBe Entrepreneur, Lapas I Madiun berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden dan akselerasi program pembinaan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Proses pembinaan yang terukur diharapkan menjadi bekal nyata bagi WBP agar tidak kembali terjerumus ke tindak pidana, melainkan menjadi insan produktif dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
- Lapas Madiun
