Wartanesia – Dalam upaya mendukung proses reintegrasi sosial dan pemulihan karakter warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun secara resmi membuka Program Rehabilitasi Pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Yayasan Bambu Nusantara Madiun sebagai mitra pelaksana program rehabilitasi sosial dan mental-spiritual.
Pembukaan program berlangsung di aula Lapas I Madiun, Rabu (9/7), dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas I Madiun, pejabat struktural, serta perwakilan dari Yayasan Bambu Nusantara. Dalam sambutannya, Kalapas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang holistik kepada warga binaan, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga aspek sosial dan psikologis.
“Rehabilitasi bukan sekadar mengatasi ketergantungan, tetapi juga proses pemulihan nilai-nilai kehidupan, motivasi, dan semangat untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Kami mengapresiasi kerja sama dengan Yayasan Bambu Nusantara yang telah memiliki pengalaman dalam pendampingan rehabilitasi,” ujar Andi Wijaya
Program rehabilitasi ini akan diikuti oleh sejumlah warga binaan terpilih dan dirancang dalam beberapa tahap, mulai dari konseling individu, terapi kelompok, pembinaan mental spiritual, hingga pelatihan keterampilan. Melalui pendekatan ini, diharapkan warga binaan dapat lebih siap saat kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Bambu Nusantara Madiun menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi warga binaan selama proses rehabilitasi berlangsung. Pihaknya menekankan pentingnya sinergi antara pembinaan dari dalam lapas dan dukungan dari luar agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, Lapas I Madiun terus membuktikan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pemulihan, bukan sekadar pemidanaan.