Wartanesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan produksi keripik usus yang dikelola oleh Warga Binaan, Selasa (24/3). Produk olahan tersebut mengalami peningkatan produksi seiring tingginya permintaan masyarakat, khususnya menjelang hingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan produk UMKM hasil pembinaan. Keripik usus yang dihasilkan tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu mendukung kemandirian Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa peningkatan pesanan menjadi indikator positif keberhasilan program pembinaan kemandirian. “Produksi keripik usus ini merupakan wujud nyata pembinaan berbasis keterampilan yang berorientasi pada pasar. Tingginya permintaan saat momentum Idul Fitri menunjukkan bahwa produk Warga Binaan mampu bersaing dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial M yang terlibat dalam produksi mengaku bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa senang karena hasil kerja kami diminati banyak orang, apalagi saat momen lebaran. Ini jadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas produk,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kotabaru berharap Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan produk UMKM yang produktif dan berdaya saing.
