Wartanesia — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Madiun melaksanakan kegiatan studi banding ke Lapas Kelas IIA Sragen. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk mempelajari praktik baik dalam penyelenggaraan program pembinaan santri yang telah berjalan secara optimal di Lapas Sragen.
Rombongan Kalapas I Madiun disambut langsung oleh Kepala Lapas IIA Sragen. Kegiatan diawali dengan sesi diskusi mengenai konsep pembinaan keagamaan yang diterapkan, termasuk sistem pembelajaran, kurikulum pesantren, serta pola pendampingan bagi warga binaan yang mengikuti program santri. Selain itu, rombongan juga berkesempatan meninjau langsung sarana pembinaan, ruang belajar, serta aktivitas santri binaan.
Kalapas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya pada aspek spiritual dan pembentukan karakter warga binaan.
“Kami melihat program pembinaan santri di Lapas IIA Sragen berjalan sangat baik dan terstruktur. Banyak hal positif yang dapat kami pelajari untuk kemudian diadaptasi dan dikembangkan di Lapas I Madiun guna mendukung pembinaan yang lebih optimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Mohamad Maolana menyambut baik kunjungan tersebut sebagai wujud sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. “Kami berharap melalui kegiatan berbagi pengalaman ini dapat memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pembinaan di masing-masing satuan kerja,” ujarnya.
Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan Lapas I Madiun dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang relevan untuk memperkaya program pembinaan keagamaan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang berakhlak, berintegritas, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
