Wartanesia -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu kembali mencatat hasil positif dalam program pembinaan kemandirian melalui panen jambu kristal di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Langaleso, Kabupaten Sigi. Panen yang dilakukan di atas lahan seluas 12.252 m ini menjadi bukti nyata keberhasilan warga binaan dalam mengelola perkebunan buah secara mandiri dan produktif, Senin (01/12).
Jambu yang dipanen merupakan hasil pengelolaan rutin warga binaan dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi proses pembelajaran, tetapi juga memberi dampak positif dalam meningkatkan keterampilan pertanian dan membangun rasa percaya diri para WBP.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan apresiasi atas kerja keras warga binaan yang telah menunjukkan kemampuan optimal dalam mengelola lahan SAE.
"Panen jambu kali ini adalah bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Program pertanian seperti ini memberikan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal usaha ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Kalapas Makmur.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan panen ini menjadi motivasi bagi Lapas Palu untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian secara lebih luas dan produktif.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian Lapas Palu dalam mengembangkan pertanian berbasis pembinaan.
"Program pertanian di SAE Langaleso adalah contoh konkret pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami sangat mendukung upaya Lapas Palu dalam membangun kemandirian warga binaan. Hasil panen ini membuktikan bahwa pembinaan yang tepat dapat menghasilkan manfaat besar, baik bagi WBP maupun bagi pengembangan UMKM pemasyarakatan," tutur Kakanwil Bagus Kurniawan.
Dengan keberhasilan panen ini, Lapas Kelas IIA Palu menegaskan komitmennya dalam menjalankan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
