Wartanesia – Membaca merupakan kunci utama dalam membuka jendela ilmu. Hal itu terlihat jelas ketika Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Madiun antusias mendatangi mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan Kota Madiun. Kegiatan berlangsung di lapangan dalam Lapas, Rabu(17/9).
Program literasi ini merupakan kerja sama antara Lapas Kelas I Madiun dan Dinas Perpustakaan Kota Madiun dalam rangka meningkatkan minat baca sekaligus menyediakan akses pengetahuan bagi warga binaan. Puluhan koleksi buku dari berbagai bidang, mulai ilmu pengetahuan umum, agama, keterampilan, hingga karya sastra, disediakan untuk dibaca maupun dipinjam oleh WBP.
Kalapas Kelas I Madiun Melalui Kasi Bimkemas Ariya Juni, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini adalah bagian penting dari pembinaan intelektual. “Membaca adalah pintu menuju perubahan. Dengan buku, warga binaan bisa menambah ilmu, memperluas wawasan, serta menyiapkan diri agar lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perpustakaan Kota Madiun Hendi menyampaikan bahwa hadirnya mobil perpustakaan keliling di lapas merupakan wujud nyata gerakan literasi inklusif. “Kami ingin memastikan setiap masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ilmu. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan penuh terhadap pembinaan literasi di lingkungan pemasyarakatan,” terangnya.
Antusiasme warga binaan terlihat saat mereka memilih buku sesuai minat. Beberapa menyebut kegiatan ini memberi semangat baru. “Buku membuat saya tenang dan memberi harapan untuk memperbaiki diri,” ungkap salah satu WBP.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi semakin tumbuh di Lapas I Madiun. Membaca bukan hanya aktivitas mengisi waktu, tetapi menjadi kunci untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
- Lapas Madiun
