26 Agustus 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ngaseman menyelenggarakan kegiatan **assessment rehabilitasi narkoba** sebagai bagian dari program pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekaligus Perdana pelaksanaan program rehabilitasi sosial narkoba di Lapas Ngaseman pada tahun 2025.
Pelaksanaan dimulai pada pukul 12.30 WIB dengan kedatangan perawat dari Lapas Narkotika Nusakambangan yang memberikan pengarahan teknis terkait tata cara assessment. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB, sebanyak lima orang warga binaan mengikuti proses assessment yang dipandu langsung oleh perawat dari Lapas Narkotika Nusakambangan bersama tim assessment, dengan didampingi oleh jajaran Lapas yang terdiri atas Staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), anggota TTD, serta regu jaga siang.
Proses assessment berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi warga binaan pengguna narkotika, sehingga dapat ditetapkan program rehabilitasi yang tepat, terukur, dan berkesinambungan.
Kepala Lapas Kelas IIA Ngaseman, Sarwito, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting dalam pelaksanaan pembinaan. *“Assessment ini merupakan langkah awal dari program rehabilitasi sosial yang tahun ini baru pertama kali dilaksanakan di Lapas Ngaseman. Melalui assessment, kita dapat menentukan bentuk rehabilitasi yang paling sesuai bagi warga binaan, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal,”* ujarnya.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi narkoba merupakan wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Ngaseman dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanggulangan penyalahgunaan narkoba, sekaligus sebagai upaya mewujudkan fungsi pemasyarakatan secara utuh, yakni memulihkan dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berdaya guna di tengah masyarakat.
