Wartanesia — Setelah berlangsung selama tiga hari penuh semangat dan nilai-nilai pembinaan, Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025 resmi ditutup dalam sebuah upacara yang khidmat di Pulau Nusakambangan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Koordinator Wilayah Nusakambangan - Cilacap, Irfan, menutup kegiatan yang tahun ini mengangkat tema “Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan”, Kamis (17/07).
Perkemahan ini diikuti oleh 291
peserta dari 40 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah, yang
terdiri dari warga binaan dan pendamping. Selama tiga hari, mulai 15 hingga 17
Juli 2025, para peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif,
antara lain lomba yel-yel, hasta karya, KIM, pentas seni, hingga malam api
unggun yang sarat dengan nilai kebersamaan dan pembentukan karakter.
Dalam amanatnya, Irfan
menyampaikan bahwa perkemahan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga
sarana pembinaan karakter dan mental spiritual warga binaan.
“Kami percaya bahwa Perkemahan
Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan adalah bagian penting dari proses pembinaan.
Ini membekali warga binaan untuk kembali dan berperan positif di tengah
masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan
apresiasi kepada seluruh peserta atas antusiasme dan semangat yang luar biasa
selama kegiatan berlangsung. Tidak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada panitia, pembina, Kwarcab Cilacap, dan seluruh stakeholder yang telah
mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.
Menambah semangat acara
penutupan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa
Tengah, Mardi Santoso, turut memberikan pernyataan mengenai pentingnya kegiatan
ini dalam mendukung pendekatan pembinaan yang lebih humanis.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa
pembinaan tidak hanya sebatas pada aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga
menyentuh sisi kemanusiaan, pembentukan nilai, dan jati diri. Ini adalah langkah
maju menuju pemasyarakatan yang lebih humanis,” ujar Mardi Santoso.
Beliau juga menegaskan bahwa
kegiatan semacam ini harus terus digalakkan sebagai bagian dari transformasi
pemasyarakatan yang berbasis pada pembinaan menyeluruh, bukan semata-mata pembatasan.
Sebagai penutup, diumumkan pula
para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, disiplin, dan
kekompakan selama kegiatan berlangsung. Kepada peserta yang belum berhasil
meraih juara, Irfan tetap memberikan penghargaan atas dedikasi dan semangatnya.
Upacara pun diakhiri dengan doa
dan harapan agar seluruh peserta dapat kembali ke UPT masing-masing dengan
selamat, membawa pulang semangat pembinaan yang diperoleh dari perkemahan ini.
#kemenimipas
#ditjenpas
#ditjenpasjateng
#pemasyarakatan
